Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2015

Rizkimu rizki orang lain juga termasuk keluargamu

Sepenggal cerita tentang renungan seorang anak

Ada seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? Ibu ada perlu buat beli beras.". Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!!. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang....Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.


Semoga Sepenggal cerita fiksi ini bermanfaat ( Jangan biarkan rizkimu itu jadi sia2 tak bermanfaat karena pelit, rizkimu sebagian punya orang lain termasuk keluarga ). Bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu juga hak orang lain termasuk mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandungmu sendiri, karena dia yang sudah mengandung, melahirkan, membesarkan suami yang telah memberimu nafkah setiap hari. Karena tanpa beliau saat ini kamu tak akan bersatu dengan suami tercintamu.

Rabu, 16 Desember 2015

Sepenggal Terjemahan Kitab Fathur Robbani

Bila kau sedang menekuni sesuatu perbuatan, singkirkan nafsu, hawa, setan darinya, dan kamu jangan berniat berbuat sesuatu kecuali karena Allah serta untuk mengikuti perintah-perintah-Nya; janganlah kau lakukan sesuatu perbuatan kecuali ada perintah resmi yang bersumber dari Allah; baik dengan perantara syara’ atau melalui ilmu-Nya – yang masuk di hati bersama penetapan syara’.
Berzuhudlah untuk dirimu juga terhadap ciptaan lain termasuk dunia yang mengitari ini; cintailah berjinak-jinak bersama Allah; atau jangan bergeser dari apap pun setelah kejernihan jiwamu kecuali bersama Allah; usahakan bersama orang-orang shalih, tentu kau bisa beradab sambil mentransfer peradaban mereka dan berpandang dengan pandangan mereka; dalam ikatan besar kau meliaht Dia baru melihat dengan-Nya; perbuatan-Nya dalam penciptaan amat suci seperti dirimu tak diperkenankan masuk di kerajaan-Nya, karena membawa benda najis; lahirmu tidak bisa masuk dalam kekuasaan Maharaja, yaitu Allah, bersama benda-benda najis yang tersimpan dalam batinmu; kau laksana himmah yang dipenuhi kotoran minyak. Aman amal bisa kau dapat sampai terenung dalam jiwa yang bersih, dan pada gilirannya memasukkan dirimu dalam kerajaan-Nya.
Dalam hatimu hanya terdapat kelancangan; rasa takut pada sesama; berlembut bersama mereka, cinta dunia dan apa pun yang ada di sana termasuk pengotor hati; tiada kata bagimu kendati sampai hati mati dan menghantar dirimu pada pintu kebenaran hidup di mana kiblatmu terhadap sesama makhluk tidak diperdulikan; adapun selagi keberadaanmu untuk mereka, sedang kamu mengetahui mereka, maka tanganmu tidak memanjang kepada mereka, sehingga mereka menerimamu; tiada kata hingga keberadaanmu tersibuk oleh mereka dan pada orang-orang yang menerimamu, juga yang mentaati, mencegah memuji dan mencela mereka; jika taubat sudah bersih, iman pun bersih; menurut ahlus sunnah menambahkan bahwa : “Iman itu bertambah dan berkurang; bertambah karena ketaatan dan berkurang karena maksiat. Nah, demikian hak kewajiban manusia yang harus diperhatikan. Adapun orang-orang khusus (al-Khawash), maka ima mereka terus bertambah karena lenyapnya ciptaan dari hati mereka, dan berkurang oleh pemasukan ciptaan dari hati mereka, dan berkurang oleh pemasukan ciptaan dalam hatinya. Bertambah karena ketenteraman mereka bersama Allah dan berkurang karena ketenangan mereka bersama selain Dia; mereka bertwakkal kepada Tuhan dan bertaqwa; kepada-Nya mereka menyeru; dari-Nya mereka takut; kepada-Nya mereka kembali bertauhid dan bergantung; maka mereka tidak syirik; tauhid mereka terletak dalam hati dan perhubungan mereka antar sesama terletak pada lahirinya saja; jika mereka disakiti tidak membalas.

Lebih lanjut klik disini

Sabtu, 22 Agustus 2015

Futuhul Ghaib (Bagian Ke-56) SAYYIDI SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI QS

SAYYIDI SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI QS. BERKATA :
Bila hamba Allah telah lepas dari ciptaan, keinginan, diri, tujuan dan kehendak akan dunia dan akhirat, maka ia tidak menghendaki sesuatu pun selain Allah yang Maha perkasa lagi Maha agung, dan segala suatu sirna dari hatinya. Maka ia menjadi pilihan-Nya, dicintai oleh ciptaan, dekat kepada-Nya dan menerima karunia-Nya melalui rahmat-Nya. Dibukakan-Nya baginya pintu-pintu kasih dan janji-Nya, dan Ia tidak pernah menutup pintu-pintu itu terhadapnya. Maka sang hamba memilih Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung, berkehendak melalui kehendak-Nya, ridha dengan keridhaan-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan tidak melihat suatu kemaujudan pun selain kemaujudan-Nya yang Maha kuasa lagi Maha agung. Maka Allah menjanjikan kepadanya dan tidak memenuhi hamba-Nya, dan yang didambakan sama hamba dalam hal ini tidak datang kepadanya, kareana keterpisahan lenyap dengan lenyapnya kehendak, tujuan dan pengupayaan kenikmatan. Maka keseluruhan dirinya menjadi kehendak Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung. Maka tiada janji atau pun pengingkaran janji dalam hal ini, karena hal ini ada pada orang yang berkeinginan. 


Pada maqam ini, janji Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung terhadap orang semacam itu, dapat digambarkan dengan contoh seorang yang berkehendak di dalam dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu, lalu berubah kehendak terhadap sesuatu yang lain. Begitu pula, Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung telah menurunkan kepada Nabi Muhammad saw wahyu-wahyu yang membatalkan dan yang terbatalkan, sebagaimana firman-Nya: "Wahyu yang kami hapuskan atau jadikan terlupakan, Kami gantikan dengan yang lebih baik. Tidakkah kau tahu bahwa Allah berkuasa atas segala-nya?"" (QS.2:106)

Ketika Nabi saw. lepas dari keinginan dan kehendak, kecuali pada saat-saat tertentu, sebagaimana telah disebutkan oleh Allah di dalam Al-Quran Suci, sehubungan dengan tawanan perang Badar, sebagai berikut: " Kamu menginginkan barang-barang lemah dunia ini, sedang Allah menghendaki bagimu akhirat; dan Ia Maha kuasa lagi Maha bijaksana. Andaikan bukan karena hukum Allah yang telah berlaku, sesungguhnya akan menimpamu siksaan yang besar atas yang kau lakukan."(QS.8:67-68)

Nabi saw adalah kekasih Allah, yang Ia senantiasa menempatkannya pada ketentuan-Nya dan memberikan kendali-Nya kepadanya; maka Ia menggerakkannya di tengah-tengah ketentuan-Nya dan senantiasa memperingatkannya dengan firman-firman-Nya:
"Tidakkah kau tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segalanya?" (QS.2:106) Dengan kata lain, kamu berada di samudera ketentuan-Nya, yang gelombangnya mengombang-ambingkan kamu, kadang ke sini, kadang ke sana. Dengan demikian setelah wali ialah Nabi. Tiada maqam setelah wali dan badal selain maqam Nabi. 

Maka janganlah coba mendapatkan balasan, atas sesuatu tindakan, dari Allah Yang Maha perkasa lagi Maha agung di dunia ini atau di akhirat. Dengan demikian Allah akan memberi balasan sebagai rahmat dan kemurahan-Nya. Maka Ia akan mendekatkan kepada-Nya dan melimpahkan kelembutan-Nya, dan Ia memperkenalkan diri-Nya dengan berbagai karunia dan kebajikan, sebagaimana Ia berlaku terhadap para Nabi dan utusan-Nya, terhadap kekasih-kekasih-Nya. Maka setiap hari, dalam hidupnya, urusannya kian sempurna, dan di bawalah ia ke akhirat untuk mengecap yang tidak terlihat oleh mata, yang tidak terdengar oleh telinga, dan yang tidak terpikirkan oleh manusia, yang sungguh tidak dapat difahami dan tidak dapat dijelaskan. 

Lebih Lengkap Klik disini

Kamis, 05 Maret 2015

Bab; JANGAN BERHAYAL KAYA dalam Kitab ( Fathur-Rabbany )


Sepenggal kata-kata PETUAH
 Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany R.A
Dalam Kitabnya yang berjudul


Fathur-Rabbany
wa
Faidhur-Rahmany
Disitu beliau mengatakan:
Ketika hati diselimuti kegelapan, hanya 'percikan cahaya Ilahi' sajalah yang meneranginya. Ketika mata-hati telah dibutakan oleh nafsu dan hasrat telah menguasai jiwa, tak ada lagi yang bisa ditunggu selain kehancuran. Hati hanya bisa dibersihkan dengan cahaya tauhid. Jiwa akan merdeka bila selalu mengesakan Allah. Jika hati telah menjadi suci dan jiwa terbebaskan, maka keduanya akan terbang menuju ke haribaan Allah dan siap memperoleh kemenangan dari Ilahi (al-Fath ar-Rabbani) dan limpahan cahaya dari Tuhan yang Maha Pengasih ( al-Faidh ar-Rahmani )
"Jika kau masih takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika kau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka kau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meninggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita."
Wahai para fakir, janganlah kalian mengkhayal kaya, siapa tahu kekayaanmu bisa menyebabkan kehancuranmu. Wahai orang yang sakit janganlah mengkhayal akan kesembuhan, siapa tahu kesembuhanmu justru menjadi penyebab kerusakanmu. Jadilah kalian orang yang cerdas. Jagalah buahmu agar terpuji perkaramu. Terimalah kadar yang diberikan Allah dan janganlah berharap lebih. Sebab segala yang yang diberikan Allah Azza wa-jalla melalui permintaanmu bisa menjadi kotoran dan amarah. Kecuali jika sang hamba diperintahkan melalui hatinya agar meminta kepadaNya. Manakala hamba diperintahkan memohon ia akan mendapatkan berkah dan kotorannya dibuang.
Hendaknya permohonan anda lebih pada permohonan agar diberi ampunan, kesehatan, dan kemaafan Allah selamanya, baik dalam beragama, di dunia maupun di akhirat. Terimalah ini saja, anda sudah cukup.
Janganlah anda menginginkan di luar pilihan Allah swt, juga jangan anda terkena oleh keterpaksaan karena bisa membinasakan anda. Jangan pula memaksa Allah Ta’ala dan makhlukNya melalui sebab akibat dirimu, dengan kekuatanmu dan hartamu, karena itu bisa memukul balik diri anda. Sebab semua itu bisa diambil oleh Allah, dan jika Dia mengambilnya akan terasa menyakitkan diri anda.
“Sesunggunya orang-orang yang bersabar diberi balasan pahala tanpa terhingga.”
Karena itu makanlah dari hasil jerih payahmu, jangan makan dari hutangmu. Bekerjalah dan makanlah dari kerja itu, karena kerja orang beriman itu adalah tahapan bagi kaum shiddiqin, dan tak ada bagian dari kerja mereka kecuali diperuntukkan menolong kaum masakin dan fuqoro yang mengharapkannya. Itu berarti kalian menyampaikan rahmat kepada sesama, demi meraih Ridlo Allah Ta’ala dan cintaNya kepada mereka. Dengarkan sabda Nabi SAW:
“Manusia itu adalah keluarga Allah Azza Wa-Jalla, dan manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling berguna bagi keluarganya.”


Selengkapnya klik disini

Rabu, 19 November 2014

HASBUNALLAH WA NI'MAL WAL WAKIL NI'MAL MAULA WA NI'MAN NASIR


Ketika wajah penat memikirkan dunia, maka berwudhu lah ... 
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujud lah ...
Ketika kaki tak kuasa berjihad, maka bersilah lah ...
Ketika hati tak kuasa merasa, maka berdo'a lah ...

Ikhlaskan lah agar semuanya tunduk, di saat yang lain angkuh,, agar tangguh disaat yang lain runtuh,, agar tegar di saat yang lain terlempar,, hanya tuhan lah tempat kita bergantung ... 

"HASBUNALLAH WA NI'MAL WAL WAKIL NI'MAL MAULA WA NI'MAN NASIR"

By, Mabub Junaidi      Ikuti di twitter

Sabtu, 15 November 2014

Kilauan Kehidupan

Kilauan singkat ditengah waktu yang lewat
orang beriman yang terus berjalan untuk mengukir kenangan tentang dunia ini
saat tidak membutuhkan mimpi Tidak bisa melihat siapa pun 
ketika mereka membuang semua
tercatat dalam hati "tak mau menyerah".

Masih dalam celah antara ideal dan kenyataan
Meskipun kaki terikat oleh belenggu pengorbanan
tak bisa mengatasi dorongan hati yang meluap Karena
hati yang memiliki keinginan kuat.

“Kebohongan”, “Ketakutan, “Kesombongan”, “Kesedihan”
takan lemah dengan berbagai hal negatif
penipu yang tidak tahu kesepian.

menengadah ke langit dimana bintang-bintang itu tak terlihat
Bertanya pada diri sendiri, “Apa aku miliki keraguan?”
sesuatu yang tak realistis Di ujung jalan yang menghubungkan
hari esok, terapung dalam pikiran dan membayangkan.

Diterima di dunia ini bahwa “kebenaran” ada batasnya
miliki cita-cita dalam genggaman yang tak dimiliki orang lain
Menembus kesederhanaan merubah menjadi kenyataan,
keyakinan, dan kebenaran mutlak...


By Jems Ryudi Aewen 

Senin, 03 November 2014

Sudah sadarkah kita dengan semua itu???


Sebuah kesempatan bagus cuma akan datang satu kali kurun waktu yang cukup lama, tak ada kata untuk menyesal karena kesempatan itu sudah lari jauh meninggalkan mu.

Tak da guna juga kita menangis, meratap, mengadu semua yang sudah terjadi, tak kan juga bisa mundur waktu yang telah berjalan kedepan tanpa ampun, menggerus semua perjalanan hidup manusia, tak akan diberi satu detik pun untuk dia mengulang kejadian saat itu juga.

Seperti gelombang yang menerjang ke daratan tiada ampun buat siapa pun yang menghadang dia di depannya, semua akan di ratakan oleh kekuaatannya. Sebuah perjalanan hidup manusia yang menyia-nyiakan waktunya hanya untuk mencari kesalahan orang lain, mencari masalah dengan orang, mencari nafka dengan cara haram dan semua sifat negatif yang di pelihara.

Tak ada guna semua waktu yang sudah di pakai untuk hal-hal seperti itu, karena lupa kepda sang pencipta yang sudah memberikan kita nikmat hidup, nitkmat sehat, nikmat harta benda dan lain sebagainya, yang tanpa di sadari tak pernah terucap kata syukur yang ikhlas kepadanya.

Hanya mengeluh dan terus mengeluh yang bisa di lakukan, tak pernah di sadarikah itu ???
Kalau kelak kau di hari penghitungan, semua harta benda yang kita punya akan di hitung dan di pertanggung jawabkan di akhirat kelak, dan tak bisa kita banggakan lagi.

Sudah sadarkah kita dengan semua itu???
silahkan renungkan.

By. Mabub Junaidi      Ikuti di twitter

Jumat, 31 Oktober 2014

Lupa Dengan Perjanjian


Apa indahnya dari kehidupan yang kita jalani ini???

Sepenggal cerita singkat manusia jalani yang disebut kehidupan, dari ia diberi nyawa saat umur 3 bulan kandungan cerita itu dimulai, dengan semua persyaratan, skenario dan masa kontrak yang tak disebutkan padanya.

Bagai sang surya yang menyapa di pagi hari, kelahirannya pun disambut dengan penuh tangis bahagia, skenario yang sudah di buat saat perjanjian kontrak di mulai saat kita keluar dari rahim ibu.
semua rintangan, penghalang, segala daya dan upaya dikeluar oleh orang tua kita, terutama ibu.

Apakah hidup kita sudah bermanfaat untuk meraka???

Suatu pertanyaan yang sepele tapi penuh makna dan emosional saat semua itu dipertanyakan, berharap ada suatu perbuatan yang bisa membuat orang tua tersenyum bahagia tapi tak jarang banyak dari mereka merasakan pahitnya, dikala anak yang mereka perjuangkan dari kecil tak sesuai dengan harapan orang tua.
Tapi do'a kedua orang tua tak akan pernah buruk kepada anak-anaknya, walaupun semua yang mereka perbuat menyakiti kedua orang tua.

Siapa yang harus di persalahkan???

Tak ada yang patut dipersalahkan dalam ini, karena sekuat apa pun orang tua mendidik anak kalau pergaulan mereka di luar masih bebas tanpa polah pikir yang terarah, semua tu akan sirnah seketika. Suatu perbuatan yang akan dipertanggung jawabkan saat kita masih hidup dibuli, dicaci, dikucilkan, bahkan dianiaya dalam lingkungan masyarakat, saat kita sudah meninggal kelak pun keadilan yang sebenar-benarnya akan di tegakkan.
Tidak cuma dicaci, dibuli, dikucilkan, tapi di sidang oleh sang maha kuasa yang sudah setuju dengan semua persyaratan, skenario dan kontrak semasa masih dalam kandungan.

Melawan takdir emang sulit, tapi merubah takdir kita itu tidak ada yang nglarang, kecuali takdir kematian.

Ikuti di twitter     By. Mabub Junaidi

Rabu, 29 Oktober 2014

MISTERI MAGHRIB, WASPADA PERILAKU ANAK DAN POPOK BAYI

Saat magrib adalah saat yang paling berbahaya bagi manusia yang dianggap remeh oleh orang-orang di zaman sekarang, di saat siang hari dan cahayanya mulai gelap, terjadi beberapa kejadian aneh yang harus diperhatikan.

Dalam Sahih Muslim Nabi, bersabda: (Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya. Dan matikanlah lampu kalian

Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim ia mengatakan: Rasulullah, bersabda: (Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam.)

Jadi apa yang terjadi saat magrib?


Sebenarnya yang terjadi di waktu magrib bahwa setan bersamaan dengan datangnya kegelapan mulai menyebar mencari tempat tinggal, karena mereka tersebar dengan pemandangan luar biasa biasa dan jumlah yang tidak ada yang tahu selain Allah, sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lain karena itu ia harus memiliki sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat aman.

sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lain karena itu ia harus memiliki sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat aman

Maka ia bergerak dengan cepat melebihi kecepatan manusia dengan kecepatan berlipat lipat, beberapa dari mereka berlindung dalam wadah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung ke rumah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung kepada sekelompok manusia yang sedang duduk duduk, mereka tentu tidak merasakannya, mereka ikut menimbrung supaya menjadi aman dari penindasan saudara sesama setan yang sekarang berkeliaran seperti angin di bumi karena yang boleh hidup hanya yang kuat saja , dan sifat setan itu, mereka ingin tinggal di tempat kotoran sehinnga kamu dapati mereka suka sekali tempat-tempat pembuangan kotoran manusia, dan mencari perlindungan ke tempat-tempat sampah.


Kadang kala setan itu memangsa anak kecil manusia untuk dijadikan tempat berlindung, kadang ia mengganggunya dan kemudian keluar, dan terkadang tinggal beberapa waktu, sehingga kamu akan menemukan anak kecil dalam suasana hati yang tidak menentu, terkadang ia menangis lama tanpa diketahui orang tuanya alasannya dan tidak jarang mereka membentaknya, padahal mereka telah melupakan perintah Nabi agar tidak membiarkan anak anak mereka pada saat setan bergentanyangan, dan banyak kaum ibu ibu saat ini lupa mengganti popok bayi yang sudah kotor, dan karena kesukaan setan pada tempat kotoran.

Maka kamu dapatkan mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, sehingga mendorong mereka untuk tinggal.

Maka kamu dapatkan mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, sehingga mendorong mereka untuk tinggal.

Kami menemukan beberapa anak menjerit tiba-tiba dan beberapa yang menggelapar dalam tidurnya karena gangguan iblis yag merasukinya saat dijadikan tempat berlindung.


Kecepatan jin dalam mencari tempat tinggal, perumahan dan tempat aman yang lain terkadang menimpa orang tua, tetapi karena orang tua lebih banyak melakukan penjagaan, maka Nabi memerintahkan para orang tua untuk memberikan penjagaan (proteksi) dan tidak membiarkan mereka tetap bermain pada waktu bergentayangan jin, sebab mereka masih polos tidak bisa membentengi diri, sedangkan jin datang dengan cepat mencari tempat tinggal saking cepatnya bisajadi ia menabrak tubuh orang tua atau anak kecil sehingga tigak jarang mengganggunya, dan kamu akan menemukan beberapa orang tiba-tiba dilanda depresi mendadak atau ketakutan dan sebagainya, disebabkan oleh jin. Semoga kita dan semua kaum Muslimin dijaga oleh Allah dari gangguan jin.

Oleh karena itu,doa pagi dan sore senantiasa dibaca dan bentengi anak kalian dengan doa pagi dan sore kemudian berhati hati dari waktu magrib.

Dan tugas kita pada waktu magrib untuk menjauh dari hewan, seperti kucing, burung, dan mengurangi kecepatan saat mengemudi mobil karena dikuatirkan menabrak anjing atau hewan lain yang bisa jadi telah dirasuki setan, dan tidak boleh jalan jalan di tempat sepi atau duduk di tempat itu, atau melempar batu ke dalam kamar mandi, kebun dan laut.

Sayangnya, kebanyakan orang tua membiarkan anak-anak mereka bermain sampai matahari terbenam mereka tidak memperhatikan bahaya yang mengintai di waktu magrib.

Oleh karena itu, membaca doa pagi dan sore harus terus diamalkan dan jangan sampai lengah menjaga anak anak kita.


Kita meminta kepada Allah untuk melindungi kita dan anak-anak kita ..amin




By. Mamduh Farhan Al-Buhairi

Selasa, 14 Oktober 2014

Jangan remehkan yang lebih kecil

Ada seorang anak berusia 10 tahun memasuki kedai Bubur Ayam dan duduk di meja. Seorang pelayan menaruh segelas air di depannya.
"Berapa bubur ayam specialnya Tante ?"
"15.000" jawab pelayan.
Anak kecil menarik tangannya dari sakunya dan mulai menghitung uang receh hasil tabungan nya
"Kalau bubur ayam biasa berapa Tante ?" Tanyanya.
"10.000," jawabny ketus.

Beberapa orang kini sudah mulai menunggu dimeja lainnya menunggu dilayani dan kini ia tampak mulai tidak sabar dan kesal..
karena si anak masih saja menghitung uang receh nya
Setelah berfikir lumayan lama ia berkata. "Saya pesen bubur ayam biasa aja Tante,"
Pelayan kemudian membawa Bubur Ayam pesanan nya, dan menempatkan tagihan di atas meja dan berjalan pergi tanpa sepatah katapun. Anak itu segera memakan bubur ayam pesanannya dan setelah merasa puas dengan sarapannya itu ia segera membayar di kasir dan pergi.
Ketika pelayan datang kembali, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludah dan terdiam karena apa yang dilihatnya.
Rupanya di sana, disusun dengan rapi uang koin senilai Rp 5.000 di samping piring kosong sebagai uang tips untuk dirinya................
Kini ia merasa menyesal dan bersalah atas sikap ketus dan juteknya terhadap anak kecil tadi...yang rupanya meskipun tampak sederhana tapi mempunyai hati yang dermawan dan mulia..bahkan setelah apa yang ia perbuat...~

PS Moral: Don't Judge a Book by Its Cover

Jangan Sekali-kali Buka Kalau gak Mau Ketagihan Buka Lagi

Bukan Inspirasi atau Motivasi

Translate