Tampilkan postingan dengan label fatamorgana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fatamorgana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

Kilauan Kehidupan

Kilauan singkat ditengah waktu yang lewat
orang beriman yang terus berjalan untuk mengukir kenangan tentang dunia ini
saat tidak membutuhkan mimpi Tidak bisa melihat siapa pun 
ketika mereka membuang semua
tercatat dalam hati "tak mau menyerah".

Masih dalam celah antara ideal dan kenyataan
Meskipun kaki terikat oleh belenggu pengorbanan
tak bisa mengatasi dorongan hati yang meluap Karena
hati yang memiliki keinginan kuat.

“Kebohongan”, “Ketakutan, “Kesombongan”, “Kesedihan”
takan lemah dengan berbagai hal negatif
penipu yang tidak tahu kesepian.

menengadah ke langit dimana bintang-bintang itu tak terlihat
Bertanya pada diri sendiri, “Apa aku miliki keraguan?”
sesuatu yang tak realistis Di ujung jalan yang menghubungkan
hari esok, terapung dalam pikiran dan membayangkan.

Diterima di dunia ini bahwa “kebenaran” ada batasnya
miliki cita-cita dalam genggaman yang tak dimiliki orang lain
Menembus kesederhanaan merubah menjadi kenyataan,
keyakinan, dan kebenaran mutlak...


By Jems Ryudi Aewen 

Selasa, 28 Oktober 2014

jangan lupa tugas kita di bumi


Saat tuhan menciptakan, mendidik, dan mempersiapkan manusia untuk memuji, mengabdi, dan memuliakannya. Dan untuk setiap manusia yang dikasihinya, tuhan telah rencanakan jalan kehidupan yang terkadang laksana menaiki bukit dan menuruni lembah. Bahkan tak jarang mereka sampai kepada saat radical uncertainty yang amat menakutkan, tetapi tuhan terus memerintahkan para mailakat untuk memastikan bahwa anak-anak manusia tetap pada jalannyy, tak tergiur pada surga dunia yang sementara bahkan hanya fatamorgana bagi sebagian manusia yang hidup dalam serba berkecukupan bahkan di bawah garis kemiskinan. Bagi mereka 1 butir nasi bagai 1 gunung emas yang sangat berharga bahkan mungkin hanya saat itu dia punya, tapi bagi yang berpenghasilan lebih dari cukup, 1 butir nasi bagai 1 fitoplankton yang ama tak berarti apa-apa. Hati-hatilah manusia, kalian diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, yang saling asah, asih, asuh dengan satu sama lain. 



Lewat kepahitan hidupnya, seorang dokter muda yakin dan meyakinkan para pasiennya bahwa di balik penderitaan masih ada keindahan yang dapat diraih. Baginya, inilah salah satu makna kebahagiaan yang ditebarkannya melalui pelayanan yang tak berorientasi uang.




Ikuti di twitter   By. Mabub Junaidi

Sabtu, 11 Oktober 2014

Hidup

Peran Kehidupan

Hidup yang dijalani sekarang bagaikan sedang bermain
dalam sebuah film,
dimana kita adalah pemeran utama yang dalam sebuah film tersebut.
Jika kita dapat memerankan sebuah peran
dengan baik, maka akan menjadi baik pula film tersebut,
dan jika kurang dalam peran tersebut
maka akan bom dalam diri kita sendiri...

Begitupun hidup dimana kita sedang berjalan dalam
sebuah realita kehidupan dimana kita akan
membawa sebuah cerita kehidupan ini, apakah akan
baik atau malah sebaliknya akan terpuruk dalam
lingkaran yang tak mungkin bisa bangkit...

Tapi...
kita harus berfikir positif dalam mengambil langkah
yang akan menuntun kita ke cahaya melewati
ruang waktu dan batas yang dapat menbuat kita
BERSINAR...

By Jems Ryudi Aewen

Jangan Sekali-kali Buka Kalau gak Mau Ketagihan Buka Lagi

Bukan Inspirasi atau Motivasi

Translate