Jumat, 31 Oktober 2014

Lupa Dengan Perjanjian


Apa indahnya dari kehidupan yang kita jalani ini???

Sepenggal cerita singkat manusia jalani yang disebut kehidupan, dari ia diberi nyawa saat umur 3 bulan kandungan cerita itu dimulai, dengan semua persyaratan, skenario dan masa kontrak yang tak disebutkan padanya.

Bagai sang surya yang menyapa di pagi hari, kelahirannya pun disambut dengan penuh tangis bahagia, skenario yang sudah di buat saat perjanjian kontrak di mulai saat kita keluar dari rahim ibu.
semua rintangan, penghalang, segala daya dan upaya dikeluar oleh orang tua kita, terutama ibu.

Apakah hidup kita sudah bermanfaat untuk meraka???

Suatu pertanyaan yang sepele tapi penuh makna dan emosional saat semua itu dipertanyakan, berharap ada suatu perbuatan yang bisa membuat orang tua tersenyum bahagia tapi tak jarang banyak dari mereka merasakan pahitnya, dikala anak yang mereka perjuangkan dari kecil tak sesuai dengan harapan orang tua.
Tapi do'a kedua orang tua tak akan pernah buruk kepada anak-anaknya, walaupun semua yang mereka perbuat menyakiti kedua orang tua.

Siapa yang harus di persalahkan???

Tak ada yang patut dipersalahkan dalam ini, karena sekuat apa pun orang tua mendidik anak kalau pergaulan mereka di luar masih bebas tanpa polah pikir yang terarah, semua tu akan sirnah seketika. Suatu perbuatan yang akan dipertanggung jawabkan saat kita masih hidup dibuli, dicaci, dikucilkan, bahkan dianiaya dalam lingkungan masyarakat, saat kita sudah meninggal kelak pun keadilan yang sebenar-benarnya akan di tegakkan.
Tidak cuma dicaci, dibuli, dikucilkan, tapi di sidang oleh sang maha kuasa yang sudah setuju dengan semua persyaratan, skenario dan kontrak semasa masih dalam kandungan.

Melawan takdir emang sulit, tapi merubah takdir kita itu tidak ada yang nglarang, kecuali takdir kematian.

Ikuti di twitter     By. Mabub Junaidi

Kamis, 30 Oktober 2014

Nothing is impossible

Menginginkan kebebasan dalam batasan terbalut dalam sulaman,
dalam pandangan berkabut di malam yg pekat
Berada dijalan buntu dan bercermin dalam permukaan cermin yang retak,
bicara dengan suara lirih dan berpura-pura bodoh melawan
sadar akan batasan diri sendiri.
Mendekati terowongan gelap kesedihan
menunggu takdir dengan menyatukan fakta, menolak
mimpi dengan kenyataan.
Membuka pintu masa depan dengan kunci masa lalu
karena kita tidak akan tau apa yg menanti di depan sebelum
melangkah......

"Nothing is impossible. Anything can happen as long as we believe.”

By Jems Ryudi Aewan

Harapan sang jemari mungil


Sebuah alunan nada nan indah harpa berpadu dengan gesekan senar biola, termenung sesaat untuk sebuah angan yang tenggelam di kegelapan awan hitam. Hembusan angin dan desiran ombak yang menerjang, semakin hilang lah angan itu.
Kepulan asap hitam yang terlihat membumbung tinggi ke angkasa, kini perlahan-lahan mulai pudar dan hilang.
Kegelisan sang arjuna pun kini mulai terasa dengan sentuhan jemari mungil penuh harap, menanti sebuah nikmat untuk perutnya yang kecil.
Kini sang srikandi pun bermandikan air mata, tak kuasa menoleh, tetapi apa daya sang arjuna, ia pun tak tega pulang hanya dengan membawa nama bukan hampala.


Ikuti di twitter         By. Mabub Junaidi

Jangan Sekali-kali Buka Kalau gak Mau Ketagihan Buka Lagi

Bukan Inspirasi atau Motivasi

Translate