Selasa, 17 November 2015

Kunci Kesuksesan adalah positif

Jika kita bersikap dengan sepenuh hati, dan beraktifitas dengan prinsip yang positif, maka kita bisa melakukan hal-hal yang luar biasa, dan bermimpilah karena dunia ini tidak akan ada jika tidak ada yang bermimpi, serta keinginan yang kuat untuk meraih mimpi itu, karena semua itu di tentukan oleh besarnya mimpi dan kekuatan untuk mengatasi kekecewaan yang akan di alami, tapi ingat kemampuan kita itu juga penting untuk meraih mimpi dan kesuksesan. Bukan meremehkan ya tapi step by step, dari 0 ke 1 ke 2 ke 3 dan seterusnya. Tidak bisa langsung ke 100, ibarat tangga kita kan naik dari bawah satu per satu anak tangga gak mungkin mau loncat langsung ke atas kan ? yang ada jatuh kitanya.

Perlu di ingat juga jika kita ingin menikmati hidup ini dengan keksuksesan maka kita harus bebas dari kekhawatiran, kebimbangan dan perasaan takut jika mengalami kegagalan, dalam segala hal kan kegagalan pasti ada optimis saja kalau kegagalan itu kunci kita buat buka gerbang kesuksesan, kalau kita sudah khawatir dan takut gagal sebelum melakukan mending kekamar ja selimutan sarung.
karena kunci dari semua itu adalah “ Kebahagian ” kenapa bisa begitu ?
Karena dengan kita bahagia, sesuatu apa saja yang kita kerjakan, maka kita akan sukses, karena orang bahagia itu mempunyai pikiran yang rilex dan positif tanpa ada keraguan untuk melangkah.
Semoga memberi semagat dan menginspirasi ya …

Rabu, 11 November 2015

Ambil dan Segera Habiskan Jatah Gagalmu !

Kata-kata dari seorang komponis asal jerman Johan Sebastian Bach Ambil dan Segera Habiskan Jatah Gagalmu ) ini tidak berlaku dalam industri musik semata, tapi bisa juga di tuangkan dalam bisnis lain, seperti jual beli, Olah Raga DLL.

Kan setiap orang mempunyai jatah gagal, jadi segera habiskan jatah gagalmu untuk segera mengambil jatah suksesmu Kalau yang ini gak tau nih kata-kata siapa ???
yang penting semagat untuk berusaha itu yang kita contoh, setujukan kawan-kawan semua ??? setuju dong pastinya,
Saya diciptakan untuk bekerja. Jika anda sama-sama tekun, anda akan sama-sama sukses

Sekian dulu ya
Semoga memberikan semangat dan edukasi, Salam bahagia

Sabtu, 22 Agustus 2015

Futuhul Ghaib (Bagian Ke-56) SAYYIDI SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI QS

SAYYIDI SYEIKH ABDUL QODIR AL-JAELANI QS. BERKATA :
Bila hamba Allah telah lepas dari ciptaan, keinginan, diri, tujuan dan kehendak akan dunia dan akhirat, maka ia tidak menghendaki sesuatu pun selain Allah yang Maha perkasa lagi Maha agung, dan segala suatu sirna dari hatinya. Maka ia menjadi pilihan-Nya, dicintai oleh ciptaan, dekat kepada-Nya dan menerima karunia-Nya melalui rahmat-Nya. Dibukakan-Nya baginya pintu-pintu kasih dan janji-Nya, dan Ia tidak pernah menutup pintu-pintu itu terhadapnya. Maka sang hamba memilih Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung, berkehendak melalui kehendak-Nya, ridha dengan keridhaan-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan tidak melihat suatu kemaujudan pun selain kemaujudan-Nya yang Maha kuasa lagi Maha agung. Maka Allah menjanjikan kepadanya dan tidak memenuhi hamba-Nya, dan yang didambakan sama hamba dalam hal ini tidak datang kepadanya, kareana keterpisahan lenyap dengan lenyapnya kehendak, tujuan dan pengupayaan kenikmatan. Maka keseluruhan dirinya menjadi kehendak Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung. Maka tiada janji atau pun pengingkaran janji dalam hal ini, karena hal ini ada pada orang yang berkeinginan. 


Pada maqam ini, janji Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung terhadap orang semacam itu, dapat digambarkan dengan contoh seorang yang berkehendak di dalam dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu, lalu berubah kehendak terhadap sesuatu yang lain. Begitu pula, Allah Yang Maha kuasa lagi Maha agung telah menurunkan kepada Nabi Muhammad saw wahyu-wahyu yang membatalkan dan yang terbatalkan, sebagaimana firman-Nya: "Wahyu yang kami hapuskan atau jadikan terlupakan, Kami gantikan dengan yang lebih baik. Tidakkah kau tahu bahwa Allah berkuasa atas segala-nya?"" (QS.2:106)

Ketika Nabi saw. lepas dari keinginan dan kehendak, kecuali pada saat-saat tertentu, sebagaimana telah disebutkan oleh Allah di dalam Al-Quran Suci, sehubungan dengan tawanan perang Badar, sebagai berikut: " Kamu menginginkan barang-barang lemah dunia ini, sedang Allah menghendaki bagimu akhirat; dan Ia Maha kuasa lagi Maha bijaksana. Andaikan bukan karena hukum Allah yang telah berlaku, sesungguhnya akan menimpamu siksaan yang besar atas yang kau lakukan."(QS.8:67-68)

Nabi saw adalah kekasih Allah, yang Ia senantiasa menempatkannya pada ketentuan-Nya dan memberikan kendali-Nya kepadanya; maka Ia menggerakkannya di tengah-tengah ketentuan-Nya dan senantiasa memperingatkannya dengan firman-firman-Nya:
"Tidakkah kau tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segalanya?" (QS.2:106) Dengan kata lain, kamu berada di samudera ketentuan-Nya, yang gelombangnya mengombang-ambingkan kamu, kadang ke sini, kadang ke sana. Dengan demikian setelah wali ialah Nabi. Tiada maqam setelah wali dan badal selain maqam Nabi. 

Maka janganlah coba mendapatkan balasan, atas sesuatu tindakan, dari Allah Yang Maha perkasa lagi Maha agung di dunia ini atau di akhirat. Dengan demikian Allah akan memberi balasan sebagai rahmat dan kemurahan-Nya. Maka Ia akan mendekatkan kepada-Nya dan melimpahkan kelembutan-Nya, dan Ia memperkenalkan diri-Nya dengan berbagai karunia dan kebajikan, sebagaimana Ia berlaku terhadap para Nabi dan utusan-Nya, terhadap kekasih-kekasih-Nya. Maka setiap hari, dalam hidupnya, urusannya kian sempurna, dan di bawalah ia ke akhirat untuk mengecap yang tidak terlihat oleh mata, yang tidak terdengar oleh telinga, dan yang tidak terpikirkan oleh manusia, yang sungguh tidak dapat difahami dan tidak dapat dijelaskan. 

Lebih Lengkap Klik disini

Jangan Sekali-kali Buka Kalau gak Mau Ketagihan Buka Lagi

Bukan Inspirasi atau Motivasi

Translate